Senin, 23 September 2013

Contoh Sinopsis Film MAKHLUK TENGAH MALAM

Contoh Sinopsis
FTV MISTERI
MAKHLUK TENGAH MALAM
Cerita & Skenario ELIZABETH LUTTERS

SINOPSIS

GENDERUWO adalah mahluk sejenis jin, yang bisa hidup di dua dunia. Dia mahluk yang dapat menembus dunia roh dan dunia manusia, bahkan dia bisa menjelma menjadi manusia. Yang sering dilakukan GENDERUWO adalah menjelma menjadi suami orang, dan mendatangi seorang istri yang kesepian ditinggal suaminya. Karena, GENDERUWO adalah makhluk yang terkenal besar nafsu birahinya, selain itu ia terkenal sebagai makhluk penculik anak kecil dan tukang iseng.
Awal dari cerita ini adalah seorang anak kecil bernama TEJO yang sangat nakal, menakut-nakuti TINI, ibunya, dengan mainan berbentuk setan, yang ia bikin dari sapu ijuk. Ibunya terkejut dan marah, sampai sayuran jatuh ke lantai. Kemudian TINI memukuli anaknya itu. TEJO lari keluar dan bermain di bawah serumpun pohon bambu. Kata-kata ibunya yang pernah melarangnya ke pohon itu, tak dipedulikan olej TEJO, bahkan ia menantang, dengan melangkahi sebatang bambu yang tumbang ke jalan. (Secara mitos, nila melangkahi bambu yang tumbang, akan digondol oleh genderuwo itu.) Benar, TEJO terangkat, hilang.
Setelah TEJO hilang, TINI menyesal karena telah memukulinya. PARTO suami TINI, bapak TEJO hanya bisa menyalahkan TINI. Orang kampung membantu mencari, tapi tak ketemu. Lalu TINI menemukan mainan TEJO yang dari ijuk, di bawah pohon bambu. Orang ada yang bilang bahwa TEJO diambil GENDERUWO penunggu pohon itu. Lalu TINI dan PARTO dibantu oleh MBAH PUJO, berhasil berkomunikasi dengan GENDERUWO yang bernama DEWO itu. Syarat DEWO hanya meletakkan bunga tujuh rupa di semua pintu rumah dan pada jam tertentu pintu tak boleh dikunci. Ini harus mereka lakukan setiap malam Jumat Kliwon. Hal ini didengar oleh PARMIN, adik PARTO yang ikut upacara pemanggilan GENDERUWO itu.
PARMIN datang dengan tujuan mengganggu TINI, istri mas-nya sendiri. Dia tahu PARTO pergi ke luar kota, lalu ia berusaha masuk sampai ke kamar TINI, bahkan hendak memperkosa TINI. Tak disangkanya, ternyata PARTO muncul menyelamatkan TINI. Tapi PARMIN melihat keanehan, wajah PARTO berubah menjadi GENDERUWO. Dua kali PARMIN melihat itu, bahkan dia pernah diisengi, dipindahkan tidurnya oleh GENDERUWO itu. Sampai akhirnya PARMIN datang pada MBAH PUJO, minta untuk menyelidiki PARTO. MBAH PUJO baru datang besok-nya dan saat melihat PARTO, MBAH PUJO tidak melihat keanehan (Karena yang dilihat adalah PARTO asli yang baru pulang dari luar kota). PARTO palsu menghilang saat tahu PARTO asli pulang.
Saat PARTO asli pulang, memang tak diketahui oleh TINI, yang mengira selama beberapa hari ini PARTO tidak jadi pergi (karena dianggapnya malam itu PARTO kembali). Tapi saat melihat pakaian PARTO yang menumpuk di cucian, ditambah lagi dengan PARTO bicara tentang kepergiannya selama beberapa hari ini. TINI jadi sangat terkejut dan takut, ternyata ia telah tidur dengan GENDERUWO selama suaminya pergi. TINI cukup stress dan merasa jijik dengan dirinya, yang sebelumnya malah merasakan kenikmatan luar biasa dengan GENDERUWO itu. Dan ternyata TINI hamil. Sampai sejauh itu PARTO tidak mencurigai istrinya, karena TINI memang tidak berani bilang.
TEJO dipulangkan oleh DEWO GENDERUWO, karena di dunia GENDERUWO, TEJO bersikap sangat nakal. Semua anak-anak DEWO pernah dibuat menangis oleh TEJO. Maka TEJO pun dihukum menjadi bisu selama waktu yang tak jelas. Dan TEJO baru bisa bicara lagi, bila TEJO bertemu atau melihat lagi seorang ANAK GENDERUWO.
PARMIN dan PARTO bertemu lagi di rumah MBAH PUJO. PARMIN bilang pernah melihat PARTO saat malam Jumat Kliwon itu, sementara PARTO tak pernah melihatnya. Lalu MBAH PUJO menjelaskan bahwa PARTO tidak kerasukan roh apa pun. Dan tentang PARMIN yang melihat PARTO dengan TINI malam Jumat itu, kuncinya ada pada TINI. PARTO yang tahu PARMIN selama ini menyukai TINI, bahwa ia sengaja mau merusak rumah tangga PARTO dan TINI. Dan saat ditanyakan pada TINI, ternyata TINI menutupi dengan mengatakan bahwa dia tidak pernah bertemu PARMIN, dan TINI bilang PARTO memang ke luar kota, TINI bilang PARTO tidak kembali, tapi jadi pergi. PARMIN kalah, tapi PARMIN masih tak puas, karena dia yakin melihat PARTO.
Kebenaran terungkap, saat Sembilan bulan kemudian bayi dalam kandungan TINI lahir. Spontan TEJO yang selama ini bisu, dapat berteriak dan bicara lantang dan lancer, setelah melihat BAYI tersebut. Dan PARTO menjadi sangat syok, karena ternyata anaknya ini berwajah sangat seram, seperti GENDERUWO.

Selasa, 17 September 2013

Novel KONTROVERSI HATI

Kutipan BAB 1 Novelku KONTROVERSI HATI untuk diikutkan lomba menulis duet/tandem dengan salah satu penulis senior. Siapa tahu novel ini lolos seleksi dan mendapat perhatian penulis senior tersebut soalnya judulnya up to date banget. Kalau lolos penulis senior yang akan lanjutkan BAB 2 setelah itu giliran penulis pemula yang lanjutkan BAB 3-nya. Novel ini belum jelas alur cerita mau dibawa kemana dan endingnya seperti apa.

Hanya ada 10 penulis semua yang bakal duet dengan penulis senior, itupun yang memiliki cerpen terbaik dan lolos seleksi.


#KONTROVERSI_HATI

Sekembalinya dari merantau di Jakarta aku mengunjungi rumah keluarga pacarku Nina (nama samaran) di Minasetene, Kab. Pangkep yang hampir 2 tahun aku tinggalkan. Aku hendak menyampaikan keinginan bertunangan pada orang tuanya, tapi apalah daya ibunya tidak menginginkan pertunangan dengan alasan aku belum punya pekerjaan tetap. Mereka menginginkan calon menantunya itu seorang PNS dengan gaji tetap, dan saat itulah aku galau berat terkena kudeta cinta ketika kuketahui bahwa sang kekasih telah dijodohkan.

Pertimbangan lain dari orang tuanya yang mempersulit diriku, karena mereka meminta uang mahar 50 juta untuk melamar anaknya seperti tradisi adat perkawinan Bugis Makassar. Keluarganya ingin seperti kakaknya yang dilamar oleh orang kaya yang berprofesi sebagai dosen dengan mahar 50 juta. Uang mahar itu demi untuk mengangkat statusisasi keluarga mereka demi menaikkan harga diri, kebanggaan dan kepuasan tersendiri. 

Karena biasanya gengsi orang Bugis tinggi dan malu sama omongan tetangga jika anak gadisnya kalau dilamar dengan uang mahar rendah. Sebab ada anggapan bahwa dengan mahar rendah berarti wanita itu murahan atau menikah karena kecelakaan (hamil duluan red) jika diberi mahar rendah. Dan mereka berlomba-lomba memasang tarif dan harga tinggi buat uang mahar atau biasa dikenal dengan nama doe’ pannaik (Uang Naik) demi menjaga gengsi gede-gedean.

Namun aku kan bukan orang kaya apalagi seorang lelaki donjuan, aku nggak sanggup memenuhinya karena aku mengalami labil ekonomi yang cukup parah. Belum punya pekerjaan tetap saat pulang kampung karena diriku nggak betah tinggal di Jakarta yang penuh dengan peraturan hidup. Aku benci dengan peraturan itu sebab aku adalah manusia bebas yang tidak bisa terkekan oleh peraturan, bebas mengaktualisasi diri serta bebas berekspresi. Apalagi kalau jiwa seni dan sastra yang sudah kuimpikan sejak kecil dikekang oleh peraturan keluarga.

Aku mengalami kontroversi hati akibat gagal menikah akibat labil ekonomi yang cukup parah melanda diriku. Itulah yang menyebabkan diriku gagal mencapai konspirasi kemakmuran setelah percintaanku bertepuk sebelah tangan ketika orang tuanya seolah-olah menolak secara halus lamaranku. Mempertakut dan mempersuram hatiku yang dirudung kegalauan akibat kudeta cinta yang dilakukan oleh seorang lelaki yang telah dijodohkan kepadanya.

PROSES PENULISAN NOVEL KONTROVERSI HATI





Jumat, 09 Agustus 2013

Syahadat Massal di Papua

Ternyata cara Ustad Fadlan ceramah dengan sabun mandi membuat ratusan kepala suku di Papua masuk Islam diikuti ribuan rakyatnya. Awalnya dia datang ke wamena jalan kaki karena belum punya uang dan pesawat. Jarak perjalanan Jayapura - Wamena dengan jalan kaki memakan waktu 3 bulan baru 1 bulan perjalan dia kelelahan dan kehabisan bekal akhirnya dia memutuskan pulang kembali ke Jayapura selama 1 bulan lagi.

Beberapa waktu kemudian dia bersama 19 dai menumpang kapal missionaris dari Australia dan Kanada tapi terlebih dahulu dia harus mengubah namanya menjadi Leo Garamatan, nama dai yang lain ada Willhelmus, Matius dan Gabriel. Nama-nama Islam seperti Muhammad, Abdul, Alief, Sabri tidak boleh naik pesawat missionaris. Sesampai di Wamena selama seminggu dia tidak berdakwah mereka pelajari situasi terlebih dahulu. Ternyata para bule itu membawa minuman keras dan memberikan kepada suku-suku di Wamena yang masih memakai koteka.

Ustas Fadlan kemudian bertanya bapak kenapa tidak pakai baju, jawaban polos dari orang kampung kami di larang pakai baju sama bule itu. Jadi bapak tidak mandi pakai apa? Kami di suruh pakai minyak babi sama mereka. Orang bule itu sengaja membodohi mereka nanti setelah dia foto-foto dan kembali ke negaranya dia akan buat tulisan Pemerintah Indonesia tidak memperhatikan warganya di Papua, mereka menuntut merdeka karena tidak ada pembangunan masyarakat pedalamnnya. Ini pembodohan namanya.

2 Minggu kemudian dia mengajak kepala suku besar Suku Dani loncat ke sungai dan menyuruh mengikuti gerakan ustad fadlan dengan terlebih dahulu memberikan sabun mandi dan shampo. Mereka gosok-gosok lalu pakai shampo dan bau shampo itu mengenai hidung kepala suku. Dia loncat dari sungai tanpa membilas sabun dan shampo tadi. Ustad Fadlan teriak bapak sabun harus di bilas dulu, "tidak anak ini wangi" jawab kepala suku. Jadi selama ini baru pertama kali dia cium bau wangi dan itu berlangsung 6 hari berturut-turut mandi tanpa di bilas.

Setalah dia mandi dia tidur mulai jam 3 siang sampai jam 9 pagi esok harinya kemudian di ajak mandi lagi tanpa dibilas lalu dia tidur kembali mulai jam 9 sampai jam 3 sore. Rupanya dia barusan merasakan kesegaran dan enak tidur selama hidupnya


Keesokan harinya Ustad Fadlan kembali dari hotel menuju perkampungan mereka, 3710 orang sudah menunggu Ustad Fadlan untuk memberikan pelajaran mandi. Rupanya Kepala Suku besar tadi berkampanye sama sukunya yang tersebar di 28 distrik tentang wangi sabun mandi dan shampo tadi.

Sebelum pelajaran mandi selesai saat itu ustas Fadlan ingin sholat duhur bersama 19 dai dia terlebih dahulu harus mendirikan panggung buat shalat karena babi-babi berkeliaran kayak mobil antri. Dai lain mulai iqomat dan ustas Fadlan baca takbir tanda sholat di mulai. Rupanya 3710 orang tadi memperhatikan gerakan sholat yang baru pertama kali dilihatnya. Mereka mengelilingi panggung berlawanan arum jam seperti orang tawaf di Kabah, penasaran dengan gerakan aneh yang dilihatnya.

Selesai sholat sang kepala suku besar loncat naik ke atas panggung dan bertanya pada Ustas Fadlan tentang apa yang barusan dia lakukan, begini dialognya.

Kepala Suku = Anak itu tadi angkat tangan maksudnya apa?
Ustas Fadlan = Itu maksudnya saya menyerahkan semua jiwa raga saya kepada Allah Tuhan Maha Kuasa yang menciptakan langit dan bumi hingga tumbuh-tumbuhan bisa tumbuh dan hewan bisa hidup.
Kepala Suku = Itu tadi pegang tangan maksudnya apa? (Bersedekap maksudnya)
Ustas Fadlan = Tangan kiri saya menutup dada saya karena saya malu sama Allah kalau belum ada yang pakai baju dan tangan kiri saya untuk menutup kemaluan saya.
Kepala Suku = Kalau bongkok badan maksudnya apa? (Rukuk)
Ustas Fadlan = Saya melihat ke tanah kira-kira masih ada batu, rumput dan tumbuhan yang bisa tumbuh buat dimakan.
Kepala Suku = Tapi maksudnya mencium papan itu apa? (sujud)
Ustas Fadlan = Saya bersyukur dan menyerahkan seluruh tubuh saya pada Allah tuhan kami siapa tahu kami mati dan tubuh kami akan dilebur sama tanah sebelum sempat minta ampun sama Allah.
Kepala Suku = Kalau balik kanan dan balik kiri terus mulutnya bicara-bicara itu maksudnya apa? (Salam ke Kanan ke kiri)
Ustas Fadlan = Kami balik kanan supaya melihat siapa tahu ada yang belum mandi dan pakai baju biar kami ajari mandi serta berikan baju dan balik kiri kami melihat siapa tahu ada warga yang kelaparan dan sakit biar kami kasih makan dan obati.

Saat itu juga Ustad Fadlan dipersilahkan turun dari panggung dan kepala suku besar memanggil kepala suku lainnya sebanyak 8 orang untuk rapat selama satu setengah jam. Setelah itu sang Kepala Suku Besar berdiri dan berteriak kepada warganya yang 3710 orang itu dalam Bahasa Wamena yang kira-kira artinya begini," Wah....Wah...sungguh luar biasa ini agama yang benar dan kami bersama suku saya siap mengikuti agama ini"

Saat itu juga 19 Dai sujud syukur dan menangis padahal mereka belum berdakwah tentang Siapa itu tuhan Allah dan Muhammad adalah rasulnya tapi mereka sudah siap menyebut namamu Ya Allah dan mengakui bahwa Nabi Muhammad adalah junjunganmu.

Setelah itu Ustad Fadlan kembali ke Jayapura untuk membeli sabun mandi dan membagi-bagikan baju buat mereka. Seperti yang terlihat dalam video ini