Jumat, 09 Agustus 2013

Syahadat Massal di Papua

Ternyata cara Ustad Fadlan ceramah dengan sabun mandi membuat ratusan kepala suku di Papua masuk Islam diikuti ribuan rakyatnya. Awalnya dia datang ke wamena jalan kaki karena belum punya uang dan pesawat. Jarak perjalanan Jayapura - Wamena dengan jalan kaki memakan waktu 3 bulan baru 1 bulan perjalan dia kelelahan dan kehabisan bekal akhirnya dia memutuskan pulang kembali ke Jayapura selama 1 bulan lagi.

Beberapa waktu kemudian dia bersama 19 dai menumpang kapal missionaris dari Australia dan Kanada tapi terlebih dahulu dia harus mengubah namanya menjadi Leo Garamatan, nama dai yang lain ada Willhelmus, Matius dan Gabriel. Nama-nama Islam seperti Muhammad, Abdul, Alief, Sabri tidak boleh naik pesawat missionaris. Sesampai di Wamena selama seminggu dia tidak berdakwah mereka pelajari situasi terlebih dahulu. Ternyata para bule itu membawa minuman keras dan memberikan kepada suku-suku di Wamena yang masih memakai koteka.

Ustas Fadlan kemudian bertanya bapak kenapa tidak pakai baju, jawaban polos dari orang kampung kami di larang pakai baju sama bule itu. Jadi bapak tidak mandi pakai apa? Kami di suruh pakai minyak babi sama mereka. Orang bule itu sengaja membodohi mereka nanti setelah dia foto-foto dan kembali ke negaranya dia akan buat tulisan Pemerintah Indonesia tidak memperhatikan warganya di Papua, mereka menuntut merdeka karena tidak ada pembangunan masyarakat pedalamnnya. Ini pembodohan namanya.

2 Minggu kemudian dia mengajak kepala suku besar Suku Dani loncat ke sungai dan menyuruh mengikuti gerakan ustad fadlan dengan terlebih dahulu memberikan sabun mandi dan shampo. Mereka gosok-gosok lalu pakai shampo dan bau shampo itu mengenai hidung kepala suku. Dia loncat dari sungai tanpa membilas sabun dan shampo tadi. Ustad Fadlan teriak bapak sabun harus di bilas dulu, "tidak anak ini wangi" jawab kepala suku. Jadi selama ini baru pertama kali dia cium bau wangi dan itu berlangsung 6 hari berturut-turut mandi tanpa di bilas.

Setalah dia mandi dia tidur mulai jam 3 siang sampai jam 9 pagi esok harinya kemudian di ajak mandi lagi tanpa dibilas lalu dia tidur kembali mulai jam 9 sampai jam 3 sore. Rupanya dia barusan merasakan kesegaran dan enak tidur selama hidupnya


Keesokan harinya Ustad Fadlan kembali dari hotel menuju perkampungan mereka, 3710 orang sudah menunggu Ustad Fadlan untuk memberikan pelajaran mandi. Rupanya Kepala Suku besar tadi berkampanye sama sukunya yang tersebar di 28 distrik tentang wangi sabun mandi dan shampo tadi.

Sebelum pelajaran mandi selesai saat itu ustas Fadlan ingin sholat duhur bersama 19 dai dia terlebih dahulu harus mendirikan panggung buat shalat karena babi-babi berkeliaran kayak mobil antri. Dai lain mulai iqomat dan ustas Fadlan baca takbir tanda sholat di mulai. Rupanya 3710 orang tadi memperhatikan gerakan sholat yang baru pertama kali dilihatnya. Mereka mengelilingi panggung berlawanan arum jam seperti orang tawaf di Kabah, penasaran dengan gerakan aneh yang dilihatnya.

Selesai sholat sang kepala suku besar loncat naik ke atas panggung dan bertanya pada Ustas Fadlan tentang apa yang barusan dia lakukan, begini dialognya.

Kepala Suku = Anak itu tadi angkat tangan maksudnya apa?
Ustas Fadlan = Itu maksudnya saya menyerahkan semua jiwa raga saya kepada Allah Tuhan Maha Kuasa yang menciptakan langit dan bumi hingga tumbuh-tumbuhan bisa tumbuh dan hewan bisa hidup.
Kepala Suku = Itu tadi pegang tangan maksudnya apa? (Bersedekap maksudnya)
Ustas Fadlan = Tangan kiri saya menutup dada saya karena saya malu sama Allah kalau belum ada yang pakai baju dan tangan kiri saya untuk menutup kemaluan saya.
Kepala Suku = Kalau bongkok badan maksudnya apa? (Rukuk)
Ustas Fadlan = Saya melihat ke tanah kira-kira masih ada batu, rumput dan tumbuhan yang bisa tumbuh buat dimakan.
Kepala Suku = Tapi maksudnya mencium papan itu apa? (sujud)
Ustas Fadlan = Saya bersyukur dan menyerahkan seluruh tubuh saya pada Allah tuhan kami siapa tahu kami mati dan tubuh kami akan dilebur sama tanah sebelum sempat minta ampun sama Allah.
Kepala Suku = Kalau balik kanan dan balik kiri terus mulutnya bicara-bicara itu maksudnya apa? (Salam ke Kanan ke kiri)
Ustas Fadlan = Kami balik kanan supaya melihat siapa tahu ada yang belum mandi dan pakai baju biar kami ajari mandi serta berikan baju dan balik kiri kami melihat siapa tahu ada warga yang kelaparan dan sakit biar kami kasih makan dan obati.

Saat itu juga Ustad Fadlan dipersilahkan turun dari panggung dan kepala suku besar memanggil kepala suku lainnya sebanyak 8 orang untuk rapat selama satu setengah jam. Setelah itu sang Kepala Suku Besar berdiri dan berteriak kepada warganya yang 3710 orang itu dalam Bahasa Wamena yang kira-kira artinya begini," Wah....Wah...sungguh luar biasa ini agama yang benar dan kami bersama suku saya siap mengikuti agama ini"

Saat itu juga 19 Dai sujud syukur dan menangis padahal mereka belum berdakwah tentang Siapa itu tuhan Allah dan Muhammad adalah rasulnya tapi mereka sudah siap menyebut namamu Ya Allah dan mengakui bahwa Nabi Muhammad adalah junjunganmu.

Setelah itu Ustad Fadlan kembali ke Jayapura untuk membeli sabun mandi dan membagi-bagikan baju buat mereka. Seperti yang terlihat dalam video ini



Rabu, 24 Juli 2013

Kejanggalan AS dalam memandang Teroris Global

Salah satu kebijakan aneh dan perlu di pertanyakan, pemerintah Amerika Serikat terhadap penanganan teroris global.

1. Di Aghanistan, Amerika Serikat mendukung pemerintah aliansi utara yang sekarang duduk bertahta Hamid Karzai dan konco-konconya dan menganggap Taliban sebagai teroris.

2. Di Irak, Amerika Serikat mendukung pemberontak Syiah untuk menumbangkan pemerintah Saddam Husein yang beraliran Sunni. Sekarang sudah berbalik pemberontak yang dulu di dukungnya akhirnya balas menyerang kepentingan AS di Irak hingga akhirnya menarik mundur pasukannya karena hampir 70.000 tentara AS dan NATO tewas di Irak.

3. Di Yaman, Amerika Serikat pendukung pemerintah yg berkuasa dan menyalahkan Al Qaeda Yaman sebagai pemberontak dan teroris.

4. Di Sudan, Amerika Serikat mendukung pemberontak Sudan Selatan dan Darfur untuk melawan pemerintah yang berkuasa dan menganggap pemerintah Sudan adalah teroris.

5. Di Somalia, Amerika Serikat mendukung pemerintah Somalia dan menuduh pemberontak Al Shahab sebagai teroris.

6. Di Tunisia, Amerika Serikat mendukung pemerintah dan menuduh pendemo anti pemerintah sebagai teroris.

7. Di Libya, Amerika Serikat mendukung pemberontak untuk mengguling pemerintah berkuasa Moammar Qa Khadafi

8. Di Mesir, Amerika Serikat mendukung pemerintah Husni Mubarak dan menyalahkan Ikhwanul Muslimin sebagai teroris.

9. Di Bahrain, Amerika Serikat mendukung pemerintah Bahrain dan menyalahkan pendemo anti pemerintah.

10. Di Indonesia, AS ternyata berada dibalik kejatuhan Presiden Soeharto yang menolak menjadikan Timor Timur sebagai basis Pangkalan Militer

11. Di Mali, AS dan Perancis mendukung pemerintah untuk mengalahkan Al Qaeda dan pemberontak Tuareg di Mali Utara.

12. Di Suriah, Amerika Serikat mendukung pemberontak untuk menjatuhkan pemerintah Al Asaad. Tapi untuk menjatuhkan Bashar Al Asaad dan melakukan intervensi militer akan rumit dan butuh biaya mahal karena akan berkonfrontasi langsung dengan militer Rusia, China dan Iran yang berada dibelakang pemerintah Suriah yang bakal memicu terjadinya PERANG DUNIA KEDUA.

Minggu, 21 Juli 2013

Bangkitkan Geliat Sastra Indonesia Timur


Bangkitkan Geliat Sastra Indonesia Timur

Oleh : La Dawan Piazza *)


Semarak penyelenggaraan acara MIWF 2013 di Benteng Rotterdam Makassar sukses di laksanakan pada tanggal 25 – 26 Juni 2013. Di ikuti dengan pembukaan yang di buka oleh Walikota Makassar Ilham Arief Sirajuddin yang mengatakan Makassar bisa membuka mata dunia bahwa Kota Makassar tidak selebar dengan layar televisi yang disajikan suguhan berita demonstrasi dan kriminal dan sepatah kata dari Ketua MIWF mbak Lily Yulianty Farid mengharapkan cinta yang tulus terhadap Kota Makassar.

Dalam hari pertama acara MIWF 2013 juga diadakan pemutaran film pendek berdurasi 15 menit "Mencari AM Daeng Myala alias M. Tahir" yang dinobatkan sebagai pujangga baru Sulawesi Selatan. Di antara sastrawan yang hadir dalam acara ini adalah Sapardi Djoko Damono, Joko Pinurbo, Dewi Lestari, Bernard Batubara, Okky Madasary, Peter Zilahy (Hungaria), Luka Lesson (Australia), Amir Muhammad (Malaysia)dan lain sebagainya. Ada juga penulis buku-buku perjalanan Agustinus Wibowo yang akan membahas soal hubungan antara puisi dan fotografi.

Hal yang patut dibanggakan di dunia sastra NTT karena telah mengirim 3 wakilnya Romo Amanche Frank Oe ninu, Christian Dicky Senda, Mario F. Lawi. Romo Amanche Frank Oe Ninu sebagai penggagas Komunitas Sastra Dusun Flobamora Kupang dan pencipta lagu Adik Menangis 1 Malam sempat membawakan puisi yang diselingi dengan nyanyian yang lagi booming di daratan Bumi Flobamora.

Di NTT memiliki keunikan budaya sendiri karena hampir setiap Kabupaten dan Pulau memiliki tradisi dan adat yang berbeda-beda mulai dari pakaian adat, musik tradisional, bahasa dan tradisi. Hal ini yang belum pernah diangkat ke dunia sastra karena NTT memiliki sekitar 200 lebih suku bangsa dengan bahasa yang berbeda-beda.

Penduduk asli NTT terdiri dari berbagai suku yang mendiami daerah-daerah yang tersebar di seluruh wilayah NTT. Adapun suku-suku dan lokasinya di NTT sebagai berikut:

1.     Suku Bangsa Helong = Mendiami sebagian wilayah Kabupaten Kupang / Kupang Tangah dan Barat / Serta pulau Semau.

2.     Suku Bangsa Dawan = Mendiami sebagian wilayah Kabupaten Kupang / Amarasi, Amfoang, Kupang Timur dan Tengah / Kabupaten Timor, Tengah Selatan, Timor Tengah Utara dan sebagian Kabupaten Belu / bagian perbatasan dengan Kabupaten TTU.

3.     Suku Bangsa Tetun = Mendiami sebagian besar Kabupaten Belu dan wilayah Negara Timor Leste.

4.     Suku Bangsa Kemak = Mendiami sebagian kecil Kabupaten Belu dan wilayah Negara Timor Leste.

5.     Suku Bangsa Marae = Mendiami sebagian kecil Kabupaten Belu bagian Utara dekat perbatasan dengan Negara Timor Leste.

6.     Suku Bangsa Rote = Mendiami sebagian besar Pulau Rote dan di sepangjang pantai utara Kabupaten Kupang dan Pulau Semau

7.     Suku Bangsa Sabu /Rae Havu = Mendiami Pulau Sabu dan Raijua serta beberapa pulau Sumba.

8.     Suku Bangsa Sumba = Mendiami Pulau Sumba yang terdiri dari dua kabupaten.

9.     Suku Bangsa Manggarai Riung = Mendiami Pulau Flores bagian Barat, terutama Kabupaten Manggarai dan Manggarai Barat

10.            Suku Bangsa Ngada = Mendiami sebagian besar daerah Kabupaten Ngada.

11.            Suku Bangsa Ende Lio = Mendiami daerah kabupaten Ende.

12.            Suku Bangsa Sikka – Krowe Muhang = Mendiami daerah kabupaten Sikka.

13.            Suku Bangsa Lamaholot = Mendiami daerah Kabupaten Flores Timur meliputi pulau Adonara, Solor dan sebagian Pulau Sembara.

14.            Suku Bangsa Kedang = Mendiami ujung timur Pulau Lembata.

15.            Suku Bangsa Labala = Mendiami ujung selatan Pulau Lembata.

16.            Suku Bangsa Alor Pantar = Mendiami Pulau Alor dan Pantar.

Selain suku-suku diatas, Nusa Tenggara Timur juga dihuni oleh suku-suku pendatang yaitu orang-orang keturunan Cina, Arab, Bugis, Makasar, Buton, Bajo dan Jawa serta beberapa suku lainnya. Kebudayaan yang mempengaruhi kebudayaan Nusa Tenggara Timur berasal dari beberapa suku maupun bangsa, diantaranya yang pernah mempengaruhi kebudayaan NTT adalah Cina, Jawa, Bugis, Makasar, Ambon/Maluku, Portugis dan Belanda.

Acara penutupan MIWF 2013 dilakukan dengan pembaca puisi oleh ke enam penulis Undangan Indonesia Timor, diantaranya Romo Amanche Frank Oe Ninu (Kupang), Mario F. Lawi (Kupang), Christian Dicky Senda (Kupang), Jamil Massa (Gorontalo), Muhary Wahyu Nurba (Makassar) dan Mariati Atkah (Makassar). Kemudian di adakan pagelaran tari Pakarena yang diiringi lagu Anging Mammiri oleh peserta mancanegara seperti Jepang dan Australia serta pembaccan puisi oleh Khrisna Pabbicara (Penulis Buku Best Seller Sepatu Dahlan).

Dengan suksesnya diselenggarakan acara MIWF 2013 ini, diharapkan geliat sastra khususnya di Indonesia Timur dapat berkembang dari sastra lisan menjadi sastra tulis agar generasi muda Indonesia bisa mengembangkan minat baca dan mengenal budaya leluhurnya. Karena sastra menggambarkan kehidupan suatu masyarakat, dan melalui karya sastra pula identitas atau peradapan suatu bangsa dapat dikenali. Dengan membaca karya sastra pun kita diperkaya dengan wawasan, kosa kata, dan yang lebih penting adalah pola pikir. Mari kita budayakan membaca untuk menambah wawasan dan cakrawala berpikir kita.

*) Penulis adalah Penulis Cerita Anak, Horor/Mistis, Remaja dan Dewasa berdomisili di Kota Kupang, anggota FLP Ranting Unhas Sulsel dan Komunitas Sastra Dusun Flobamora Kupang


4 Orang Komunitas Sastra Dusun Flobamora Kupang. dari kiri ke kanan Mario F. Lawi, Muhammad Ridwan, Christian Dicky Senda dan Romo Amanche Frank Oe Ninu


Bersama Maman Suherman (Host Mata Hati Kompas TV)


Bersama Bernard Batubara penulis buku radio galau, kupu-kupu ketapang, milana dan Kata hati


Bersama Khrisna Pabbicara, Mochtar Pabottingi


Bersama Luka Lesson (Penyanyi Rap sekaligus sastrawan asal Australia)