Rabu, 27 April 2011

Rusia Akan Jual Tupolev 240SM ke Iran, Boikot AS Tidak Digubris

Rusia Akan Jual Tupolev 240SM ke Iran, Boikot AS Tidak Digubris 
Pemerintah Rusia menyatakan akan menjual 15 hingga 20 armada Tupolev 240SM kepada Republik Islam Iran, dan tidak mengindahkan embargo dan boikot sepihak yang diprakarsai Amerika Serikat.
Mehr (26/4) mengutip laporan Ros Business Consulting menyebutkan bahwa perusahaan Red Wings mengkonsfirmasikan bahwa Iran termasuk di antara pembeli pesawat komersial Tupolev itu.
Wakil Ketua United Aircraft Corporation, Alexander Tulyakov mengatakan bahwa pihaknya tengah berunding dengan para pembeli asing. Perusahaan-perusahaan Iran juga di antara daftar pembeli dan tengah dibahas penjualan 15 hingga 20 unit Tupolev 240SM kepada Iran.
Ros Business Consulting menambahkan, lima unit pesawat jenis itu berdasarkan kontrak tahun 2009 antara Iranair Tour dan perusahaan leasing Ilyushin Finance akan dikirim ke Iran. Namun perusahaan Pratt & Whitney sebagai pemegang saham terbesar di United Aircraft Corporation menyatakan bahwa pejualan pesawat komersial Tupolev 240SM dengan motor jet PS 290A kepada Iran, termasuk dalam boikot yang telah ditentukan Amerika Serikat. Hal ini dikarenakan Amerika juga ikut andil dalam pembuatan motor jet itu. (IRIB/MZ/SL)

Sumber : http://indonesian.irib.ir/index.php?option=com_content&view=article&id=32662:rusia-akan-jual-tupolev-240sm-ke-iran-boikot-as-tidak-digubris&catid=17:berita3&Itemid=18

Mesir Serius Sambung Kembali Hubungan dengan Iran

Mesir Serius Sambung Kembali Hubungan dengan Iran
Juru bicara Perdana Menteri Mesir menjelaskan upaya negaranya untuk membuka kembali hubungan dalam skala luas dengan Republik Islam Iran. Press TV melaporkan, Ahmad Al-Tsaman, juru bicara PM Mesir dalam wawancara dengan koran Asharqul Awsat mengatakan, Mesir akan membuka lembaran baru hubungan dengan sejumlah negara termasuk Iran.
Menurutnya, pemerintahan baru di Mesir tidak bisa menerima kebijakan rezim lama dalam hubungan dengan negara-negara lain.
Al-Tsaman menandaskan, negara-negara pesisir Teluk Persia tak perlu mengkhawatirkan pembukaan kembali hubungan Mesir dengan Iran. Sebab, hal ini tidak akan mengancam mereka.
Ditambahkannya, untuk membuka hubungan dengan Tehran, Kairo menolak tekanan dari pihak manapun.
Hal itu disampaikan untuk menjawab pernyataan pemerintah Uni Emirat Arab yang mengaku khawatir dengan terbukanya kembali hubungan Mesir dengan Iran.
Hubungan Mesir dan Iran praktis terputus sejak tahun 1980 setelah pemerintah Mesir memberikan suaka politik kepada bekas diktator Iran Mohammad Reza Pahlevi. Iran juga mengecam Mesir karena telah menandatangani perjanjian damai dengan Israel di Camp David. (IRIB/AHF) 

Sumber : http://indonesian.irib.ir/index.php?option=com_content&view=article&id=32643&Itemid=18

Alhamdulillah, 7 tangki bahan bakar diserang Mujahidin di Afghanistan

Alhamdulillah, 7 tangki bahan bakar diserang Mujahidin di Afghanistan

Hanin Mazaya
Rabu, 27 April 2011 13:58:28
Hits: 45
GHAZNI (Arrahmah.com) - Mujahidin Imarah Islam Afghanistan (IIA) menyerang tujuh tangki bahan bakar AS untuk digunakan oleh tentara salibis AS di wilayah timur Afghanistan, provinsi Ghazni.
“Sekelompok ‘militan’ melepaskan tembakan ke arah konvoy truk yang membawa suplai bahan bakar untuk tentara AS di daerah Roza, provinsi ghazni, berlokasi sekitar 136 Km dari selatan ibukota, Kabul, pada Selasa (26/4/2011), menyebabkan tujuh tangki terbakar,” lapor Press TV.
Penyerbu berhasil melarikan diri dari lokasi kejadian.  Mereka pergi ke arah mana tidak diketahui.
Zorawar Zahid, kepala kepolisian Ghazni mengatakan bahwa tujuh tangki dibakar dalam “aksi teror”.  Ia menjelaskan bahwa polisi segera menutup daerah tersebut setelah insiden terjadi dan melancarkan operasi pencarian untuk menangkap para pelaku penyerangan.
Imarah Islam Afghanistan mengaku bertanggung jawab atas penyerangan ini.
Suplai bahan bakar dan logistik untuk tentara salibis AS dan NATO di Afghanistan yang didatangkan melalui jalan darat melewati Pakistan dan masuk ke Afghanistan melalui perbatasan di wilayah barat laut, jarang yang berhasil lolos dari serangan Mujahidin.  Jika mereka lolos di wilayah Pakistan maka Mujahidin Afghanistan yang akan menyerangnya di wilayah Afghanistan.  Hal tersebut membuat AS mengalami kerugian besar.
Suplai tiba di laut di pelabuhan Karachi, lalu menuju Afghanistan melalui jalan darat yang melewati wilayah barat laut Pakistan.  Di sanalah konvoy tersebut sering mendapat serangan.  (haninmazaya/arrahmah.com)

Sumber : http://arrahmah.com/read/2011/04/27/12081-alhamdulillah-7-tangki-bahan-bakar-diserang-mujahidin-di-afghanistan.html