Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 Oktober 2010

Oh...Cinta

PUISI

Pinrang, 16 Oktober 2010

Oh…Cinta

Karya : Muhammad Ridwan

Oh…Cinta

Kenapa engkau tega mengkhianatiku

Kau campakkan diriku

Bagaikan dedaunan kering yang berguguran

Diantara rerimbunan pohon dan semak belukar

Oh…Cinta

Engkau ingkari janji yang pernah kita sepakati

Untuk terus sehidup dan semati

Nyatanya engkau tetap tinggalkan daku

Dalam kesendirian di keheningan malam

Kupandangi bintang – bintang dilangit

Kuharap dapat melihat bintang yang paling terang

Kuharap kumelihat bintang jatuh

Agar keinginanku bisa terkabulkan

Oh…Cinta

Kuharapkan engkau kembali kepangkuanku

Tapi apa lacur kedua orang tuamu tidak merestui hubungan kita

Karena aku bukanlah seorang pejabat

Yang bergelimang dengan kemewahan duniawi

Pengirim :

Muhammad Ridwan (Dawan)

Jl. Kemuning Lr.1 (Belakang pembuat lemari)

Kec. Watang Sawitto, Kel. Watang Sawitto

Kab. Pinrang, Sulsel 91211

Handphone : 085241378783

Senin, 09 November 2009

Lembaran Hitamku

Akulah sihitam yang mengusir si putih
Aku bergelut dengan hitam kelam yang kejam
Aku menerjang hamparan siang yang menantang
Tapi aku kalah dengan siang
Kututup lembaran hitamku dan kumelangkah
Menuju ke siangku

KENANGAN 3 TAHUN

Kukenal seorang Wanita lugu 3 tahun yang lalu…
Tepatnya Tanggal 27 Januari 2006, saat usianya masih 20 tahun
Aku pun mengenal dia dari SMS salah sambung seorang teman kuliah
Aku berkenalan ama dia, esoknya kubawa dia jalan-jalan ke Pantai Losari

Suatu tempat yang belum pernah dia kunjungi seumur hidupnya
Wajar karena dia seorang gadis yang jarang keluar rumah
Akibat didikan keras ibunya demi menghindari anak gadisnya dari pergaulan bebas

Kubonceng dia dengan motor bututku
Diam dalam keheningan tanpa sekata pun sampai di tujuan
Kutraktir dia makanan dan minuman

Seminggu kemudian aku nyatakan cintaku
Ia menerima cintaku keesokan harinya
Tepatnya Tanggal 6 Februari 2006
Kujalani hari-hariku bersamanya suka maupun duka

Setahun aku jalan bersama dia
Kuputuskan untuk merantau ke Jakarta
Demi untuk mencari dana buat si dia
Tapi apa boleh buat dua tahun aku dirantauan

Aku nggak tahan menahan rindu yang amat sangat
Kuputuskan mudik ke Kampung lewat Bandara Polonia Medan
Dengan membawa dana pas-pasan akibat nggak kuat kerja berat di Proyek
Aku pulang untuk mempertemukan keluargaku dengan keluarganya

Sudah 3 tahun berlalu, sekarang baru kutemui dia lagi
Ah sekarang dia sudah berubah bukan gadis yang dulu lagi
Mungkin karena keinginan ibunya yang menginginkan suami anaknya kelak
Adalah seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS)

Hal yang berat aku penuhi
Padahal aku hanya berminat jadi wartawan atau pengusaha
Karena mayoritas keluarga dari ibu adalah pedagang
Jadi jiwa dagang sedikit masih ada dalam sanubariku

Ya sekarang kamu sudah dewasa sayang
Aku bertanya dalam hatiku “Siapkah dia untuk kupersunting?”
Karena ia adalah sosok wanita yang layak diperistri
Type wanita yang setia menunggu aku dua tahun dari rantauan

Dan bisa menjaga harga dirinya sebagai seorang wanita
Walaupun aku tinggalkan dia bertahun-tahun

Ah sekali lagi aku belum tahu…
Hanya waktu yang kutunggu

Belajarlah Mencintai Dengan Hati

apa yang kau rindu dengan hatimu
menanti rindu kan berakhir pilu
apa yang kau harap dari cinta?
mengharap cinta hanya menghadirkan luka….
mencintai bukan untuk dicintai..
mencintailah tanpa harapan
mencintailah dengan ketulusan
jangan mencintai dengan harapan
karena hanya asa yang kan kau raih..
belajarlah mencintai dengan hati
bukan dengan ego
atau dengan nafsu..
karena cinta dengan hati adalah yang abadi

CINTA

CINTA……
Kata ini memiliki berjuta makna…
dan makna itu muncul ketika hati kita merasakan sesuatu..
antah sayang,takut,benci….

tapi….
Inilah CINTA….
yang terkadang redup diterpa aingin….
dan terkadang bagai nyala sebuah lilin ditengah hembusan angin…
meskipun kecil..,,,

Tapi,…,
Mampu tuk menerangi kebekuan di sudut hatimu…….

RASA YANG TERPENDAM

Detik,menit dan hari
silih berganti memendam rasa
dalam hati

Aku terkulai dan terjerembab
kala rasa datang
mengulang kenangan

Menanti dirimu tuk
membalas rasa yang tak
kan pudar oleh masa

Ingin kuungkap rasa itu
namun lidah tak lagi bergerak
dan bibir tak lagi berucap kata

Ku hanya bisa menatap
parasmu di langit gelap tak bercahaya,
merenungi hari bersama mimpi-mimpi

Kini rasa itu kan ku pendam
sendiri menjadi
Kenangan terindah yang
terbingkai indah di
hati yang terluka.