Jumat, 03 Februari 2012

LIRIK LAGU GOBLOCK BAND #PACAR LOE BEKAS JABLAY GUE#

GOBLOCK BAND
PACAR LOE BEKAS JABLAY GUE
#Di Tulis Ulang Oleh Mac Dhawanks (La Dawan Piazza)

Dari dahulu loe kan sudah tahu
karena dia itu bekas pacarku
Tapi mengapa masih loe pacarin
padahal dia bekas jablay gue

*
Dari kepala sampai ke kaki
semua pernah gue rasain
Tapi mengapa masih loe pacarin
padahal dia bekas jablay gue

Di cium bibirnya, sama aja cium gue
Di peluk tubuhnya, sama aja peluk gue
Di pegang tangannya, sama aja pegang gue
Dasar cowok bego.. * kembali keatas (2X)

Lirik Lagu Art2Tonic #BACO BECCE 2#

Lirik Lagu Art2Tonic
BACO BECCE 2
#Di Tulis Ulang Oleh Mac Dhawanks (La Dawan Piazza)


Genap sudah setahun Baco Becce Si Love-Love
Genap sudah setahun Baco Becce Si Cippo-Cippo
Kini waktunya Baco untuk melamar Becce
Biar yang haram-haram bisa menjadi Halal

Penuh semangat Baco menjual semua aset
Dari kebun, pohon kelapa sampai radio kaset
Total-totalnya Baco dapat tujuh juta, busyet
Percaya diri Baco pun pergi melamar Becce

Mauka melamar tanta
Mauka lamar anakta tanta,
Tabberapa anakna tanta,
Tabbulinta

Maaf..Maaf  Baco kalau cuma tujuh juta
Tidak cukup biar mau sewa kursi sama tenda
BBM baru naik harga daging juga naik
Otomatis daging Becce juga pasti naik

Bapak minta minimal pannaik 70 juta
Bapak minta erang-erangnya 70 macam
Pestanya ya, minimal di Hall Room MPH
Artisnya ya, minimal konser 3 DIVA
Oh..Bapak tega-tegata Bapak
Takkala bunuhma Pak
Takkala hancurma Pak

Back Vokal
Kenapa juga harus ada erang-erang
Kenapa juga pannaik harus banyak uang
Jadi kesannya Bapak kayak jualan orang
Kenapa tidak, Becce pajang saja di warung

Heii…Baco jangko sembarang bicara

Mau diapa adat tidak boleh ditentang
Mau diapa adat tidak boleh ditantang
Sudah begini aturan dari nenek moyang
Kalau kau protes, protesko sama nenek moyang

Aduh Bapak ! Aduh Ibu ! Jangki tallewa’-lewa’
Biar mami demi cinta tapi ku terbangka banget
Tak kusangka uang pannaik ikut harga BBM
Pantas saja itu Becce suka bau Minyak Tanah

Aduh…Baco bukannya Bapak mau tallewa’-lewa’
Di sini tongmi dilihat usahamu cowok
Jangan sampai kau lamar anakku hanya modal cinta
Hari gini sudah tidak ada artinya cinta
Oh Bapak tega-tegata Bapak
Takkala Bunuhma Pak
Takkala hancurma Pak

Back Vokal
Kenapa juga harus ada erang-erang
Kenapa juga pannaik harus banyak uang
Jadi kesannya Bapak kayak jualan orang
Kenapa tidak, Becce pajang saja di warung

Mau diapa adat tidak boleh ditentang
Mau diapa adat tidak boleh ditantang
Sudah begini aturan dari nenek moyang
Kalau kau protes, protesko sama nenek moyang

Sudahlah Baco, mending cari Becce lain saja
Lagi pula apa yang kau buru sama itu Becce
Semua begituan kan kentut dan rasanya sama
Paling-paling yang bedakannya hanya beda ekspresi

Back Vokal
Kenapa juga harus ada erang-erang
Kenapa juga pannaik harus banyak uang
Jadi kesannya Bapak kayak jualan orang
Kenapa tidak Becce pajang saja di warung

Mau diapa adat tidak boleh ditentang
Mau diapa adat tidak boleh ditantang
Sudah begini aturan dari nenek moyang
Kalau kau protes, protesko sama nenek moyang
#Di Tulis Ulang Oleh Mac Dhawanks (La Dawan Piazza)

Rabu, 11 Januari 2012

TUHAN KENAPA AKU MENJADI OSELLA ? (OKKOTS SEJAK LAHIR)

Telah terbit di LeutikaPrio!!!

Karya Peserta Forum Lingkar Pena Sulsel TOWR FLP SULSEL, Wisata Puca, Kab. Maros Sulawesi Selatan tanggal 23 - 25 Desember 2011

Judul : TUHAN, KENAPA AKU MENJADI OSELLA ? (Okkots Sejak Lahir)
Penulis : La Dawan Piazza
Tebal : xviii + 379 hlm
Harga : Rp. 68.500,-
ISBN : 978-602-225-226-9

Sinopsis: 

Contoh cerita okkots:
H. JOHANG NDAK MABUT
Seorang reporter TV lokal Makassar meliput acara arus mudik Lebaran di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar dan mewawancarai H. Johan yang baru tiba dari Kapal Pelni. Berikut petikan wawancaranya yang disertai dengan kalimat okkots (salah ucap).
“Naik ke Batu Licing, eh kemaring berangka' jang sepuluh, perjalanang bagus, lancar, sampe ke anu ini, ke Barru, sampai jang sandar jang delapang pagi ini. Ombat bagus, perjalanang lancar, cepat, di atas kapal bagus juga, ndak mabuT. Tempat tidur juga bagus, bersih, semuanya lancar. Semua kapal di sini bagus, saya barusang naik ini, saya coba-coba naik, tapi ternyata bagus.” (Dari H. JOHANG)

Translate:
“Naik ke Batu Licin, eh, kemarin berangkat jam sepuluh, perjalanan bagus, lancar, sampai ke anu ini, ke Barru, sampai jam sandar jam delapan pagi ini. Ombak bagus, perjalanan lancar, cepat, di atas kapal bagus juga, nggak mabuk. Tempat tidur juga bagus, bersih, semuanya lancar. Semua kapal di sini bagus, saya barusan naik ini, saya coba-coba naik, tapi ternyata bagus.” (Dari H. JOHAN)
Sumber: You Tube (Video berjudul Okkots Ki Puang)

STMK = STNK
Ada cerita waktu saya pergi beli kamera digital di MTC Karebosi Makassar pada tanggal 14 Oktober 2011. Tujuan saya beli kamera waktu itu untuk memfoto kuliner Makassar dan foto-foto okkots terbaru yang saya jumpai di Makassar. Seperti biasa, setiap akan masuk ke tempat parkir di basement MTC selalu ada pemeriksaan STNK motor terlebih dahulu. Kebetulan saat itu yang jaga seorang cewek cantik nan ayu, menghentikan laju motorku dan menyapaku. “Pak, bisa lihat STMK-nya (baca Es Te Em Ka)?” 
Langsung saja saya jawab, “Apa kau bilang ceweT? Es Te Em Ka?” Otomatis teman cewek yang di sebelahnya makkala’ki (ketawa ngakak) mendengar jawaban saya. 
“Hahaha… okkotsko ces (salah ucap loe coy)!” Hahaha… dalam hati, cantik-cantik kok okkots ya?

KOMANDANG KORENG
Ada satu kompi tentara Makassar dikirim latihan di Jawa. Yang bikin keki tentara Jawa di sana karena komandan koremnya orang Jawa, tapi yang jadi pemimpin upacara adalah tentara Makassar. 
Setiap apel pagi, tentara Makassar itu berteriak, "Kepada, Komandang Koreng... hormattt graaattt!"
Tentara Jawa ketawa cekikikan. “Kok Komandan kita dibilang korengan sih?” Padahal maksud tentara Makassar itu: Kepada, Komandan Korem... hormattt gerakkk!

Ps : Buku ini sudah bisa dipesan sekarang via website www.leutikaprio.com, inbox Fb dengan subjek PESAN BUKU, atau SMS ke 0821 38 388 988. Untuk pembelian minimal Rp 90.000,- GRATIS ONGKIR seluruh Indonesia. Met Order, all!! —