Rabu, 05 Januari 2011

Lagu Yang mendukung Timnas dan menghina penggunaan laser Malysia

Hai Malysia sekarang penyanyi Rap Indonesia sudah bikin lagu buat para Suporter Malysia yg menggunakan laser download lagu ini sebanyak-banyaknya

Ada lagu baru lgi ne yang mendukung Timnas dan menghujat penggunaan Laser oleh Suporter Malaysia

Download ya lagu baru T-rex Mc
judulnya "say fvck to malaysia"

http://www.reverbnation.com/trexmc#!/artist/song_details/6552258

Lagu Rap Zhimichu Asal Kota Pinrang, Sulsel yg mendukung buat Timnas Indonesia, berkarya trus bro http://www.youtube.com/watch?v=jyJUJSz4iEA

Sabtu, 01 Januari 2011

Perang Panjang, Titik Lemah Israel

Saturday, 01 January 2011 02:15   
Perang Panjang, Titik Lemah Israel
Rezim Zionis Israel tidak dapat bertahan dalam perang-perang yang berlangsung lama dengan musuh regional karena keterbatasan geografis, ujar Direktur Lembaga Urusan Teluk Persia, Ali al-Ahmed. Seraya menyinggung perang 2006 di Lebanon, Ahmed mengatakan, "Pasukan Israel sangat cepat meninggalkan medan tempur atau hanya beberapa pekan setelah perang, karena Israel tidak memiliki wilayah yang luas."
Dalam sebuah wawancara dengan Press TV, Jumat (31/12), Ahmed memperingatkan, pengalaman perang-perang yang berlangsung lama menunjukkan bahwa Israel jika terlibat perang dengan sebuah negara atau kelompok yang tangguh di kawasan, mereka akan menggunakan sesuatu yang lebih dari senjata konvensional.
Dia berargumen bahwa sejauh ini, semua perang regional melawan Israel hanya sebuah perang terbatas, karena itu belum ada pihak yang mengancam eksistensi Israel.
Berbicara tentang program nuklir damai Republik Islam Iran, Ahmed menyebut sikap Barat terhadap program nuklir Tehran sebagai kebijakan standar ganda. Ditambahkannya, "Barat tidak mengangkat masalah nuklir Israel, tapi mereka melakukan berbagai cara dan menjatuhkan sanksi atas program nuklir sipil Iran."
Dalam sebuah dokumen yang baru dirilis oleh Inggris mengungkapkan bahwa Israel siap menggunakan bom nuklir jika terjadi perang dengan negara-negara Arab. Dokumen itu juga mengungkapkan komunikasi antara John Robinson, mantan Dubes Inggris di Tel Aviv dengan kementerian luar negeri negaranya tentang serangan nuklir Israel.
Israel, yang secara luas diyakini sebagai pemilik tunggal hulu ledak nuklir di Timur Tengah, sejauh ini tidak membenarkan atau membantah memiliki senjata nuklir.
Pada tahun 1986, teknisi nuklir Israel di reaktor nuklir Dimona, Mordechai Vanunu membocorkan berita bahwa Israel memiliki antara 100-200 hulu ledak nuklir.
Pada bulan Mei 2010, koran Inggris Guardian mengatakan, dokumen-dokumen rahasia Afrika Selatan mengungkapkan bahwa pada tahun 1975, Israel menawarkan untuk menjual hulu ledak nuklir kepada rezim Apartheid di Afrika Selatan.
Israel juga menolak untuk menandatangani Traktat Non Proliferasi Nuklir (NPT) dan secara tegas menolak inspeksi Badan Energi Atom Internasional atas fasilitas nuklirnya. (IRIB/RM)

Misteri Kegagalan Penalti Utina Terungkap

FINAL AFF 2010
Misteri Kegagalan Penalti Utina Terungkap
Jumat, 31 Desember 2010 | 18:14 WIB
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Firman Utina
JAKARTA, KOMPAS.com — Pertanyaan para penggemar sepak bola seputar kegagalan tembakan penalti kapten timnas Indonesia, Firman Utina, membobol gawang Malaysia sedikit terkuak. Setidaknya, itu berasal dari penjaga gawang Malaysia, Khaerul Fahmi, yang bermain cemerlang malam itu.
"Aku memang sudah tahu Firman akan menendang ke arah kiriku. Ini karena Pelatih Rajagobal sudah memberitahu kami kalau dia memang sering kali menendang ke arah situ," beber Fahmi.
Fahmi memang memuji Rajagobal sebagai satu faktor mengapa timnya bisa menjadi juara. Dia pun merasa beruntung telah menuruti instruksi pelatihnya itu terkait penalti Firman.
"Pelatih telah mengkaji sepakan penalti Firman dan pemain Indonesia lain, dan itu jelas sangat membantuku," sambung dia seperti dikutip Soccer.
Seperti diberitakan, Firman Utina gagal menciptakan gol bagi timnas Indonesia melalui tendangan penaltinya ketika melawan Malaysia di babak final leg kedua Piala AFF 2010 di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Kegagalan ini banyak diyakini menjadi penentu kegagalan Indonesia meraih Piala AFF 2010.
Banyak pihak meyakini, kalau saja penalti Firman Utina itu membuahkan gol, maka hasil akhir pertandingan akan sangat lain sehingga Indonesia bisa menjadi juara.
Sumber : tribunnews.com